Logo
images

Kejari Kendal Hentikan Kasus yang Menjerat Alex Supriyono, Ini Alasannya

Kejaksaan Negeri Kendal menutup kasus perekrutan Tenaga Harian Lepas (Harlep) Pemerintah Kabupaten Kendal tahun 2012 lalu. Kasus yang melibatkan nama Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kendal, Alex Supriyono itu dihentikan, lantaran dianggap tidak ada cukup bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendal, Mustaming SH, saat ditemui usai acara Tasyakuran Hari Bhakti Adhyaksa ke 56 di akntor Kejari, Kelurahan Bugangin, Kendal, Jumat (22/7/2016), katakan, pihaknya kesulitan membuktikan terjadinya suap dalam kasus tersebut .

"Kecuali pemberi dan yang menerima tertangkap tangan secara langsung. Kasus ini sulit dilanjutkan. Selain itu, pembayaran terhadap tenaga Harlep sendiri ternyata dananya diambilkan dari APBD," ujarnya.

Sempat ditungu beberapa waktu, kasus tersebut ditutup karena hingga batas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan, belum ada bukti-bukti baru yang mengungkapkan adanya tindakan merugikan negara. "Dua bulan lalu tepatnya. Meski begitu, kami bisa membuka lagi kasus ini, jika ada penemuan bukti baru dalam kasus Harlep ini, bahkan diselidiki ulang dari awal," tegasnya.

Kasus Harlep ini mengemuka, ketika para pekerja harlep (harian leas) kecewa atas rusaknya perjanjian dengan pihak perekrut. Mereka dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai tetap, setelah membayar uang suap sebesar Rp 35 juta, kepada ‎pihak DPPKAD selaku perekrut, yang kala itu dikepalai Alex Supriyono. Setidaknya ada 375 pekerja yang direkrut, dan atas kasus tersebut diduga negara dirugikan hingga Rp 1,4 miliar. (*)


TAG

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Tinggalkan Komentar