Logo
images

Kejari Kendal Tagih Uang ‘Asuransi Fiktif’ Mantan Anggota Dewan

KENDAL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal melalui surat kuasa dari majelis pertimbangan Tim Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) Keuangan dan Barang Kabupaten Kendal, sudah berhasil menarik dan mengembalikan kerugian negara atas kasus asuransi fiktif anggota DPRD Kabupaten Kendal Periode 1999-2004. “Uang negara yang sudah dikembalikan dari pengembalian korupsi asuransi mencapat Rp 210 juta. Untuk total kerugian negara atas kasus korupsi dengan dua tersangka sendiri sebesar Rp 5 miliar,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Yeni Andriyani, Kamis (21/01) pagi.

Dijelaskan Yeni, mantan anggota dewan yang diminta mengembalikan dana tersebut sebanyak 43 orang termasuk yang sudah meninggal. “Ada tujuh orang mantan anggota dewan yang sudah meninggal dan kita tetap melakukan penarikan dana melalui ahli warisnya. Dari uang yang sudah dikembalikan baru dari 30 mantan anggota dewan dari 43 orang yang menerima asuransi fiktif tersebut,” imbuh Yeni.

Pengembalian ke kas negara sendiri sifatnya bukan paksaan dan belum ada kuasa untuk melakukan gugatan. Namun demikian, jika kemudian tim dari pemerintah kabupaten Kendal memberi kuasa untuk melakukan gugatan bagi yang tidak mengembalikan, pihaknya akan siap. “Kebanyakan yang mengangsur adalah mereka yang kembali jadi anggota dewan, dan baru melakukan angsuran Rp 10 juta hingga Rp 15 juta,” ujarnya.

Selain melakukan penagihan kepada kerugian negara atas korupsi asuransi fiktif, Kejaksaan Negeri Kendal juga diberi kuasa PDAM Kendal untuk melakukan penagihan kepada penunggak rekening PDAM. “Untuk penagihan tunggakan rekening PDAM jumlahnya kecil, satu bulannya mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta,” kata Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kendal, Avi Yuanto.

Penagihan rekening PDAM ini sudah dilakukan sejak tahun 2013 hingga sekarang khusus bagi pelanggan yang menunggak. Tagihan lain yang dilakukan Kejaksaan juga pada tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Untuk PBB, hasil uang negara yang dikembalikan karena tunggakan mencapai Rp 2 miliar dan sudah dilakukan pada kurun waktu tahun 2012-2013,” imbuhnya. (MJ-01)


TAG Kejari, Kendal,

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Tinggalkan Komentar