Logo
images

KORUPSI PAJAK GALIAN C, ALEX DITAHAN DI LAPAS KENDAL

Setelah menjalani pemeriksaan hampir 6 jam oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal, Kamis (28/07), Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kendal Alex Supriyono akhirnya ditahan di Lapas Kelas IIA Kendal. Alex Supriyono dibawa petugas kejaksaan bidang pidana khusus (Pidsus) Kejari Kendal menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam nopol H 9502 MM ke Lapas Kelas IIA Kendal.
Alex enggan menjawab pertanyaan awak media pada saat ia dikawal petugas keluar dari ruang kerja Pidsus menuju mobil Toyota Avanza yang akan membawanya ke Lapas Kelas IIA Kendal. Dirinya menyembunyikan wajahnya di balik tubuh kerabatnya yang ikut mendampinginya dari kamera wartawan.
Alex Supriyono dititipkan sebagai tahanan kejaksaan di Lapas tersebut setelah  kasusnya dinyatakan lengkap (P21) terkait dugaan korupsi uang pajak galian C saat masih menjabat Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kendal tahun 2012 dengan nilai kerugian negara sekitar Rp. 100 juta. Alex dititipkan di Lapas tersebut dan diterima Kalapas Kelas IIA Kendal Dwi Agus Setiabudi, BcIP, SH, MH.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal Mustaming, SH, mengatakan, Alex Supriyono menjadi tersangka dalam kasus penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan pajak galian C tahun 2012 pada saat masih menjabat sebagai Kepala DPPKAD Kabupaten Kendal. Akibat, perbuatanya itu, negara mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta.
Kasus dugaan penggelapan uang pajak Galian C ini sebelumnya telah menyeret Mantan Kabid Administrasi Pendapatan pada DPPKAD Kendal Aminudin. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menyatakan Aminudin bersalah dan diganjar pidana penjara 15 bulan penjara ditambah kewajiban membayar denda sebesar Rp. 50 juta subsider 1 bulan.  
“Dalam kasus ini ada dua tersangka. Tersangka pertama, Aminudin, Mantan Kabid Administrasi Pendapatan pada DPPKAD Kendal dan kasusnya sudah dilimpahkan dan disidangkan di Tipikor Semarang. Hari ini (kemarin, pen) tersangka kedua Alex Supriyono yang diserahkan dari Polres Kendal,” papar Kepala Kejari Kendal.
Masih menurut Kepala Kejari Kendal, sesuai dengan saran pendapat tim kejaksaan Alex Supriyono agar dilakukan penahanan. Penahanan dimulai kemarin hingga 20 hari mendatang di Lapas Kelas IIA Kendal.
Mustaming menambahkan, atas perbuatannya itu Alex Supriyono dituntut telah melanggar Pasal 2 dan 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan Tipikor.
“Pasal 3 itu tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan. Jadi kapasitasnya Alex sebagai Kepala DPPKAD Kabupaten Kendal saat itu dan ia yang meminta kepada salah satu anggotanya, yang juga sebagai tersangka, untuk melakukan pungutan terhadap galian C yang seharusnya pajak itu disetor ke kas daerah. Tetapi oleh yang bersangkutan tidak disetor dan bahkan untuk kepentingan pribadi mereka,” pungkas Mustaming. (PTJ-08)



Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Tinggalkan Komentar